Skip to content

Dag Dig Dug Target: Ganti Deg-degan Akhir Bulan Dengan Laporan Harian

Apakah Anda termasuk owner yang setiap akhir bulan rasanya “deg-degan”? Bukan karena mau ujian, tapi karena di tanggal segitu baru terima rekap omzet bulan ini berapa, lalu dibandingkan dengan biaya, dan akhirnya baru ketahuan… “untung nggak ya?”

Masalahnya: begitu angka keluar, bulannya sudah selesai. Kalau ternyata kurang, opsi yang tersisa cuma menyesal, saling menyalahkan, atau buru-buru bikin keputusan dadakan buat bulan depan.

Padahal, banyak keputusan Marketing itu butuh timing. Kalau penjualan mulai seret di minggu kedua, masih ada ruang untuk gerak: push iklan, promo, bundling, reaktivasi pelanggan lama, atau sekadar benerin display dan follow-up. Tapi kalau tahu-nya pas rekap akhir bulan, ya sudah lewat.

Masalah utamanya bukan omzet, tapi keterlambatan informasi

Banyak owner merasa mereka punya “masalah sales”. Padahal seringnya yang terjadi adalah masalah visibilitas.

Kalau Anda cuma lihat omzet per bulan, itu kaya nyetir sambil merem. Baru buka mata pas sudah sampai (atau pas sudah nabrak).

Yang kita butuhkan bukan laporan yang rumit. Yang kita butuhkan adalah alarm sederhana: supaya ketika performa mulai turun, owner bisa cepat sadar dan ambil tindakan saat masih ada waktu.

Solusi tahap pertama: Laporan Omzet Harian (yang gampang dan bermanfaat)

Tool ini muncul karena ada owner yang pola emosinya konsisten:
tenang di awal bulan, lalu mulai gelisah di akhir bulan. Bukan karena “kurang kuat mental”, tapi karena sistemnya memang bikin mereka menunggu di akhir bulan buat tahu kondisi bisnisnya.

Akhirnya kami mulai dari langkah paling mudah: tracker omzet harian.

Tujuannya bukan untuk “akuntansi”. Tujuannya untuk daily dashboard.

Prinsipnya begini:

  • Kalau sampai pertengahan bulan kelihatan tidak on-track, masih ada waktu untuk mengejar.
  • Kalau sudah mendekati akhir bulan dan masih jauh, Anda bisa putuskan tindakan yang realistis (bukan panik).

Format paling simpel (cukup 1 sheet)

Anda tidak butuh dashboard keren dulu. Mulai dari tabel ini:

Informasi minimal:

  1. Tanggal
  2. Kolom Sumber omzet : toko / marketplace / WA / reseller
  3. Kolom Jumlah transaksi : berapa resi atau berapa pembeli yang dilayani hari ini
  4. Kolom Omzet
  5. Baris Sub Total Harian, dan
  6. Baris Akumulasi Bulanan

Tambahan yang berguna untuk owner:
7. Target omzet bulanan
8. Target harian rata-rata (target bulanan / jumlah hari)
9. Selisih (omzet hari ini – target harian)

Dengan 9 komponen ini, owner bisa melihat situasi bisnis setiap hari dengan gampang.

 

Yang membuat laporan ini sangat berguna: checkpoint tengah bulan

Ini bagian yang sering kami tekankan: data itu hanya berguna jika dilihat dan dijadikan dasar keputusan.

Buat checkpoint sederhana, misalnya:

  • Tanggal 7: cek awal tren
  • Tanggal 15: keputusan koreksi (tambah promo, tambah ads, atau rubah target)
  • Tanggal 23: evaluasi langkah + estimasi akhir bulan

Di tanggal 15, Anda punya satu pertanyaan penting:

“Kalau performa begini terus, bulan ini akan jadi seperti apa?”

Kalau jawabannya “tidak sesuai harapan”, Anda masih punya 2 minggu untuk mengubah hasil.

 

Bonusnya: owner jadi lebih tenang

Yang terjadi bukan hanya omzet lebih terkontrol, namun yang berubah besar adalah psikologi owner.

Karena sekarang mereka tidak hanya “harap harap cemas” di akhir bulan. Sekarang mereka pegang kendali dari hari ke hari.

Dan ini penting: owner yang tenang biasanya bisa mengambil keputusan yang lebih tajam. Owner yang panik cenderung:

  • gonta-ganti strategi,
  • menyalahkan tim,
  • atau bakar uang di promo tanpa arah.

 

Kesimpulan

Kalau Anda sering deg-degan tiap akhir bulan, bisa jadi Anda bukan butuh motivasi. Anda butuh alat sederhana yang bikin bisnis lebih terlihat.

Mulailah dari laporan omzet harian.
Bukan untuk terlihat keren. tapi supaya Anda bisa mengubah hasil sebelum terlambat.